<![CDATA[Selamat datang di rumah para petualang - Blog]]>Tue, 14 Aug 2018 06:25:23 -0700Weebly<![CDATA[Pendakian Gunung Cikuray via Kiara Janggot]]>Mon, 13 Aug 2018 09:40:06 GMThttp://rumahpetualang.com/blog/selamat-datang

Categories

All

Picture
Tanggal 28-29 Juli 2018 tim Papandayan kembali mendaki gunung di sekitaran Garut. Tepatnya adalah Gunung cikuray, terletak di desa Dangiang Cilawu Garut. Sebetulnya ada jalur lain yang bisa dituju untuk mendaki Gunung Cikuray yaitu Jalur Bayongbong dan Jalur Pemancar. Kenapa kami memilih jalur kiara janggot ? sepertinya tidak perlu kami jelaskan di sini karena cukup panjang lebar jika dijelaskan pada tulisan ini. Saya takut pembaca akan bosan membaca artikel ini yang terlalu panjang lebar hanya untuk membahas kenapa kami memilih jalur Kiara  Janggot hehehehe. Biar lah menjadi misteri dan hanya dinikmati oleh Penulis saja. please ya jangan paksa penulis untuk menjelaskan nya (siapa juga yang tanya.... hedeuh).

Sebenar nya Jalur Pemancar dengan Jalur Kiara Janggot berdekatan hanya dipisah lembahan saja, Dari Jalur Kiara janggot terlihat jelas Tower Pemancar sebegai penanda letak Jalur Pemancar. To The Point saja.....! biasanya para pembaca (saya menyebutnya calon pendaki gunung cikuray) penasaran dengan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mendaki gunung cikuray via kiara janggot ? waktu yang dibutuhkan sekitar kurang lebih 7 jam perjalanan naik bagaimana dengan perjalan turun ? tergantung stamina dan kebugaran tim, bisa lebih cepat dari perjalanan mendaki. bisa juga sama waktu nya yaitu sekitar 7 jam atau bahkan lebih lama waktu yang dibutuhkan. Jika kalian membaca sampai tuntas tulisan ini tentu kalian akan memahami nya. jadi simak dengan
baik tulisan ini. (tidak apa apa ya saya menulis dengan gaya seperti ini, semoga pembaca tidak tersinggung atau jadi sakit hati hehehehe)

Jalur kiara janggot memiliki 7 (tujuh) selter / pos ditambah puncak bayangan sebelum mencapai puncak aslinya. dari pos 7 ke puncak bayangan, begitu pun dari puncak bayangan ke puncak asli jarak nya tidak berjauhan. jadi jika kalian memiliki stamina yang bagus saya menganjurkan mendirikan camp (tempat istirahat malam) sebaiknya di pos 7.

Maaf saya tidak akan cerita detil tiap pos / selter yang kami lalui karena banyak tulisan / artikel yang sudah menjelaskan hal tersebut. silahkan googling pasti kalian akan menemukannya. saya mencoba membahas dari sisi lain pendakian saja, harap maklum dan semoga ini menjadi wawasan dan pengetahuan tentang pendakian yang mungkin bisa saja terjadi dan alami oleh kita semua.

Oh iya hampir lupa dengan istilah tim papandayan, kenapa disebut tim papandayan ? Tim ini beranggotakan kakak beradik dan anak-anak dari sang kakak berjumlah 4 orang. Pertama kali mendaki adalah ke Gunung Papandayan. kurang lebih sudah 4 gunung yang daki bersama-sama oleh tim ini, Yaitu Gunung Papandayan, Gunung Ciremai, Gunung Puntang dan saat ini adalah Gunung Cikuray.

Bisa tidak anggota ini bertambah ? Bisa saja justru kami tidak segan segan mengajak kepada siapapun, teman saudara atau orang lain sekalipun untuk bergabung bersama kami menjelajahi setiap jengkal gunung yang kami daki. Alhamdulillah sampai saat ini masih kami berempat yang melakoni nya. Semoga setelah tulisan ini dibaca oleh banyak orang maka semakin banyak pula yang akan turut bergabung. sudah ya cukup penjelasan tentang nama Tim Papandayan.

Pendakian Gunung Cikuray kali ini dipimpin oleh Bang Jajat. Kenapa Bang Jajat yang menjadi Leader ? Karena Beliau sudah memiliki jam terbang yang cukup untuk dijadikan Leader (Beliau sudah mendaki 4 gunung yang disebutkan diatas). Sebelum-sebelumnya Penulis yang menjadi Leader pendakian. Juga membiasakan diri untuk memberikan kepercayaan kepada orang lain yang sudah dianggap mampu. Tidak menutup kemungkinan pada pendakian-pendakian selanjutnya kami akan menunjuk Ikbal atau Oki (anak dari kakak) yang menjadi Leader.

Fungsi leader pendakian adalah menjamin perjalanan berjalan aman, sukses dan selamat dari keberangkatan sampai dengan pulang. Leader yang menentukan atau mengambil keputusan setiap sesuatu hal yang terjadi demi menjamin keselamatan seluruh anggota tim. Seluruh anggota tim harus patuh setiap keputusan yang telah diambil oleh leader berdasarkan musyawarah seluruh anggota.

Seperti hal nya pendakian kali ini saat Oki anggota tim tidak mampu melanjutkan perjalanan menuju pos 1. Beliau masih kelelahan karena baru minggu kemarin melakukan pendakian ke Gunung Merbabu. Dari pos pendaftaran menuju pos 1 merupakan jalur terbuka berupa perkebunan warga dan jarang sekali tempat teduh, Sehingga jika melewati jalur tersebut pada saat cuaca cerah / panas para pendaki akan terpapar panas matahari sehingga jika kondisi tubuh tidak fit maka pendaki akan cepat drop.

Setelah berdiskusi sesama anggota tim,  Leader memutuskan Oki kembali ke pos pendaftaran dan yang lain melanjutkan perjalan. Semua logistik dan perbekalan disusun ulang, barang-barang mana yang harus dikurangi dan tetap dibawa. Setelah packing ulang semua siap melanjutkan perjalanan. Leader telah memainkan perannya dengan baik saat terjadi kendala seperti yang telah diungkapkan diatas. Nah rekan-rekan pendaki jika kita mendaki secara berkelompok seharusnya ditunjuk seorang leader untuk memimpin pendakian.

 berikut foto saat dalam perjalanan mendaki, diambil disalah satu pos / selter

Setelah melakukan pendaftaran kami memulai pendakian jam 10.00 wib. Beberapa rombongan sempat berpapasan dengan kami Diantaranya rombongan Banjar, rombongan Btpn, rombongan Bekasi dan beberapa romobongan lainnya, sempat berinteraksi dengan mereka disaat istirahat sejenak diperjalanan. Jam 17.30 wib kita putuskan untuk istirahat membuka tenda. Posisi kami diantara pos 6 dengan pos 7 setelah pertemuan Jalur Kiara Janggot dengan Pemancar. Kami putuskan berhenti ditengah perjalanan karena :
  1. Waktu sudah menjelang senja, masih ada waktu untuk memdirikan tenda sebelum hari gelap
  2. Tim sudah mulai kelelahan karena perjalanan yang cukup menguras tenaga
  3. Ada lokasi datar yang cukup untuk mendirikan tenda. jika dipaksakan cukup untuk 2 buah tenda.

Jarak menuju ke pos 7 sekitar 30 menit lagi. Ini baru kami ketahui saat perjalanan menuju puncak. Beberapa rombongan melewati kami dikegelapan malam saat kami menyantap makan malam. lumayan banyak juga rombongan pendaki yang menuju pos 7. Sepertinya mereka akan membuka tenda di pos tersebut.

Sekitar jam 20.00 wib datang rombongan Banjar terdiri dari 6 orang pelajar dari SMA Negeri 1 Banjar. mereka diantar oleh salah seorang orang tua nya yang tidak ikut naik. Sempat juga kami berbincang-bincang dengan orang tua nya. Mereka kelelahan dan tidak dapat melanjutkan perjalanan ke pos 7. Kasihan juga melihatnya dan mereka meminta ijin untuk membuka tenda disamping kami.

Kami mempersilahkan nya karena kasihan melihat mereka kepayahan. Sebetulnya lapak / lokasi hanya cukup untuk 2 tenda saja dan sudah terpakai oleh kami satu tenda. Dua tenda pun kami bantu dirikan dilahan yang cukup kecil. Sebagian diantara mereka mempersiapkan makan malam ala kadarnya. Beberapa temannya langsung masuk tenda tanpa mengisi perut. Ini juga kami peringatkan untuk mengisi perut karena makan adalah hal penting dalam pendakian. Asupan energy harus terjaga yang merupakan bekal ketahanan phisik selama pendakian.

Selesai sholat subuh kami langsung bersiap melanjutkan pendakian menuju puncak. Kurang dari satu jam kami sampai di puncak. Berbarenangan semburat garis merah mulai muncul di ufuk timur. Suasana cukup ramai, banyak pendaki yang menanti matahari terbit. Pemandangan yang luar biasa indah tersaji didepan mata. Di arah barat bulan purnama penuh bersinar terang menerangi puncak Cikuray.

Dua panorama luar biasa indah kami temui di pendakian kali ini. Tidak cukup sejuta kata untuk menjelaskan betapa indah pemandangan di Puncak Cikuray saat matahari terbit berbarengan dengan pesona bulan purnama yang masih bersinar terang

Kejadian yang cukup mengesankan lagi adalah saat turun dari tempat berkemah menuju pos pendaftaran. Entah karena kelelahan atau kurang cukup pemanasan, kaki Bang Jajat mulai terasa sakit dan susah digerakan mulai dari pos 3. Puncak rasa sakitnya adalah saat istirahat cukup lama di pos 2. Kaki sebelah kanan tidak dapat menahan beban tubuhnya. Terpaksa di topak olehtongkat ala kadarnya yang kami ambil dari batang pohon yang sudah tumbang.

Sakit yang didera lumayan berat, berjalan pun harus dengan posisi mundur sambil dipapah agar tetap terus bergerak. Tinggal semangat yang memacu bang jajat terus bergerak. Berjalan mundur dari pos 2 sampai pos pendaftaran butuh waktu 4 jam kurang lebih. sekitar jam 15.00 wib akhirnya sampai walaupun dengan jalan tertatih. bravo....! luar biasa Bang Jajat, semangattidak pernah kendor untuk menyelesaikan tahap akhir pendakian.

Banyak pelajaran yang kami ambil pada pendakian kali ini. Tanpa niat dan semangat yang kuat dan doa mustahil pendakian sukses dan kembali dengan selamat. Selamat untuk Bang Jajat dan Ikbal ditunggu petualangan petualang di pendakian gunung selanjutnya.

Tetap Semangat
Tetap Bersama
Tetap Berusaha
Tetap Berdoa

Bertemu Berteman Bersaudara
AC 36 03 391 CAD

]]>